Comeback Spektakuler Plica Vocalis Menggetarkan Panggung dan Rebut Juara 1 Vocal Group Pentas Seni Unhas 2026

MAKASSAR – Perhelatan Akbar Pentas Seni (Pensi) Unhas 2026 resmi berakhir dengan kemeriahan pada acara penutupan di Baruga Andi Pangerang Pettarani pada Jumat (17/4/2026). Dalam kompetisi yang mempertemukan berbagai bakat terbaik dari seluruh fakultas tersebut, tim Plica Vocalis dari FK Unhas berhasil mengukuhkan posisi sebagai Juara 1 pada cabang lomba vocal group, Juara 3 pada cabang lomba fotografi (Raden Dewi Salma), Juara 3 pada cabang lomba solo pop (Qhaila Assyifa), dan Juara 2 pada cabang lomba tari kontemporer (Tim Couple Nextdoor). Kemenangan tersebur disambut haru dan sorak-sorai pendukung yang memadati tribun gedung.

Keberhasilan ini menjadi pembuktian nyata atas dedikasi tim dalam mempersiapkan penampilan mereka. Di tengah jadwal akademik mahasiswa kedokteran yang padat, Plica Vocalis tetap konsisten mengasah bakat mereka. Saat ditanya mengenai masa persiapan, Istar selaku perwakilan dari Plica Vokalis menjelaskan bahwa latihan intensif telah dimulai sejak jauh hari. “Kami mulai latihan untuk persiapan lomba itu sekitar satu bulan yang lalu dan mulai intensif saat dua minggu sebelum lomba dilaksanakan,” ungkap Istar pada sesi wawancara. Motivasi mereka pun tidak goyah meski harus membagi waktu, karena “awalnya kami mau have fun. Bernyanyi itu bukan sesuatu yang harus perfect, melainkan untuk hiburan saja,” ujar Abhista. Istar juga menambahkan, “Selain itu juga, banyak sekali dukungan dari fakultas sehingga banyak juga harapan yang dititipkan pada Plica Vocalis. Oleh karena itu, kami termotivasi untuk latihan lebih giat lagi.”

Namun, perjalanan menuju podium juara tidaklah mulus. Tim menghadapi berbagai rintangan yang menguji kekompakan mereka di ruang latihan. “Tantangan paling besar sebagai mahasiswa kedokteran yaitu memiliki jadwal yang padat sekali. Kemudian, cara kita mengatasinya mau tidak mau waktu istirahat kami luangkan untuk latihan dan lokasinya dekat dengan kampus,” tutur Istar. Meski diterpa kesulitan, semangat juang yang tinggi dan strategi latihan yang efektif menjadi kunci utama hingga akhirnya mereka tampil memukau di hadapan dewan juri. Mengenai rahasia performa mereka yang solid, ia menambahkan bahwa “tentu saja kuncinya dari teman-teman semua, tidak mungkin kami menang di sini apabila teman-teman semua tidak kompak dan mau mengorbankan waktu, energi, dan tenaganya untuk fokus latihan. Semua orang yang berperan pada kegiatan ini tentu saja menjadi kunci untuk keberhasilan kami, apalagi banyak sekali dukungan dari fakultas.”

Kemenangan ini terasa kian istimewa mengingat Plica Vocalis sempat melewati masa vakum atau tidak aktif dalam beberapa periode sebelumnya. Kebangkitan tim ini tidak lepas dari tangan dingin Abhista maupun ketua sebelumnya yang berhasil menghidupkan kembali semangat berorganisasi di dalam ekstrakurikuler tersebut. “Jadi, untuk kembali bangkit, semua diawali dari ketua sebelumnya, Kak Gio, yang sangat membantu karena sudah mengumpulkan beberapa anggota Plica Vocalis yang memiliki kemampuan, contohnya Istar, Qhelos, Nata, dan lain sebagainya,” jelas Ketua Plica Vocalis mengenai transformasi luar biasa yang mereka alami hingga meraih penghargaan bergengsi tahun ini.

Sebagai penutup, prestasi di Pensi Unhas 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Plica Vocalis untuk terus berkarya dan mempertahankan eksistensinya di lingkungan kampus maupun luar kampus. Harapan besar digantungkan agar regenerasi dan kualitas musikalitas mereka terus terjaga. “Semoga anak-anak yang memiliki hidden talent bisa ditunjukkan dan yang belum punya talent bisa dikembangkan di Plica Vocalis. Dengan memenangkan lomba ini, bukan berarti ini akhir, ini baru satu langkah anak tangga dari banyak anak tangga,” pungkas Abhista dalam sesi wawancara. Istar menambahkan kalimat singkat sebagai penutup sesi wawancara, “jangan berhenti berkarya. Saya berharap Plica Vocalis Go International.”

Penulis : Inayatu Dzil Izzah