Musyawarah Besar Tim Bantuan Medis Calcaneus XXVII

Kegiatan Musyawarah Besar Tim Bantuan Medis Calcaneus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang diselenggarakan pada 18 April 2026 menjadi momentum penting bagi organisasi dalam merefleksikan arah gerak serta memperkuat komitmen pengabdian di bidang kemanusiaan dan kegawatdaruratan medis. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Bantuan Medis Calcaneus periode 2025/2026, Yuki Nurindar Rizal, S.Ked, menyampaikan pandangan serta harapannya terhadap keberlanjutan peran TBM Calcaneus di masa mendatang.

Dalam penyampaiannya, TBM Calcaneus FK Unhas terus bermimpi untuk melampaui batas pengabdian di kancah kemanusiaan dan kegawatdaruratan medis. Kepengurusan baru diharapkan mampu memoles citra lembaga agar semakin bersinar dan memberikan dampak yang lebih masif bagi masyarakat luas. Visi ini bukan sekadar mengejar eksistensi semu, melainkan sebuah ikhtiar untuk membawa nama besar Calcaneus ke tingkat yang lebih bermartabat. Harapan besarnya adalah agar setiap langkah ke depan selalu berorientasi pada kemaslahatan publik yang tulus dan berkelanjutan.

Mengakar pada nilai kemanusiaan, pemimpin selanjutnya perlu merawat strategi komunikasi yang inklusif baik ke dalam maupun ke luar lingkaran organisasi. Menjaga harmoni dengan birokrasi dekanat serta memperluas jejaring relasi eksternal adalah kunci agar TBM tidak bergerak dalam kesunyian saat menjalankan misi. Nilai ini menjadi sangat sakral ketika setiap anggota mempraktikkan filosofi “Saudaraku” dalam setiap penugasan lapangan yang penuh tantangan. Sang ketua berpesan, “Kita harus saling mengenal, saling memanggil, saling menjaga satu sama lain, dan tidak melupakan satu sama lain.”

Akhirnya, keberhasilan visi organisasi adalah buah dari simfoni kerja sama antaranggota yang saling menopang dalam balutan persaudaraan. Tanpa loyalitas dan semangat tolong-menolong yang kuat, setiap rencana besar hanyalah narasi tanpa realisasi di medan bencana. Di TBM Calcaneus, peran setiap individu menjadi napas yang menghidupkan setiap misi penyelamatan dan aksi sosial yang dilakukan. Solidaritas kolektif inilah yang menjadi fondasi utama bagi lembaga untuk terus tegak berdiri sebagai garda terdepan pengabdian medis.

Penulis : Andi Naurah Firyal Iklilia