Mendikdasmen RI Resmikan Klinik Utama MPKU PWM Sulawesi Selatan Makassar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, meresmikan Klinik Utama PKU Muhammadiyah Sulawesi Selatan di kawasan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Makassar, Sabtu (28/3/2026). Peresmian tersebut menjadi langkah awal penguatan layanan kesehatan Muhammadiyah dalam memperluas akses pelayanan medis bagi masyarakat. Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan agenda Syawalan Muhammadiyah Sulsel yang dihadiri pimpinan organisasi, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat.

Klinik Utama PKU Muhammadiyah Sulsel dihadirkan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang diharapkan mampu memberikan layanan medis yang lebih mudah dijangkau. Kehadiran klinik ini sekaligus mempertegas kontribusi Muhammadiyah dalam bidang kesehatan melalui pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan, “Masyarakat yang sehat maupun masyarakat yang marginal atau terbelakang tetap menjadi perhatian kami.” Ia berharap pengembangan layanan kesehatan Muhammadiyah dapat terus diperkuat melalui kerja sama berbagai pihak sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Manajer Klinik Utama MPKU PWM Sulsel, dr. Imam Nurjaya, menyebutkan bahwa klinik didukung sekitar 20 tenaga medis yang terdiri dari dokter umum, dokter IGD, dokter spesialis, tenaga farmasi, perawat, hingga tenaga pendukung lainnya. Meski berstatus klinik utama, layanan yang disiapkan bersifat spesialistik dengan fasilitas menyerupai rumah sakit untuk penanganan awal dan rawat inap terbatas. Ia menjelaskan, “Ini kan bukan rumah sakit ya, jadi pelayanan rawat inapnya tidak sepanjang yang rumah sakit. Klinik disiapkan dengan fasilitas seperti rumah sakit tapi ini penanganan awal di sini.”

dr. Imam Nurjaya menambahkan bahwa klinik telah menyiapkan enam dokter spesialis, meliputi spesialis paru, penyakit dalam, jantung, mata, saraf, dan rehabilitasi medis. Layanan tersebut dirancang terintegrasi untuk menunjang kebutuhan kesehatan masyarakat, termasuk penanganan jemaah haji. “Jadi nanti ke depan akan ada beberapa layanan… kita harus spesialistik untuk itu bisa menangani jemaah-jemaah haji,” ujarnya. Operasional penuh klinik ditargetkan mulai berjalan sekitar Mei 2026.