Melalu PRC, BEM KEMA FK Unhas Ingin Membentuk Self Branding yang Menarik dan Berguna
Dalam kehidupan bermahasiswa, hard skill dan soft skill merupakan aspek penting yang harus dimiliki. Mahasiswa harus memiliki soft skill yang lebih agar dapat bersaing di dunia kerja nantinya. Soft skill adalah keterampilan yang bisa dilatih dan ditingkatkan. Oleh karena itu, BEM Kema FK Unhas hadir sebagai wadah untuk melatih dalam mengembangkan soft skill tersebut.
Public Relation Class (PRC) adalah sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Hubungan Luar BEM Kema FK Unhas. Adanya kegiatan PRC ini bertujuan untuk mengasah soft skill yang dibutuhkan khususnya untuk mahasiswa FK Unhas agar dapat memperpanjang relasi, bersosialisasi di masyarakat luar, serta sebagai self branding yang menarik dan berguna di masa mendatang.
PRC diadakan secara online melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 13 November 2021. Dalam kegiatan PRC, disajikan beberapa kelas yang dibawakan oleh narasumber-narasumber yang ahli di bidangnya. Kelas tersebut diantaranya mengenai pembuatan CV dan Motivation Letter yang dibawakan oleh dr. Firdaus Kasim, M.Sc; kelas MoU oleh Ahmad RifqiNurilmi, S.H., M.Kn; serta mengenai public speaking oleh Raye Shabrina.
Muh. Aqilah Zulfauzi atau yang kerap disapa Oci sebagai Koordinator Teamwork mengatakan bahwa partisipasi peserta yang mengikuti kegiatan PRC ini cukup antusias. Terlebih peserta di kegiatan PRC tidak hanya dari mahasiswa angkatan preklinik FK unhas, namun ada juga beberapa dari angkatan klinik (coass). Lebih lanjut Oci menjelaskan bahwa persiapan kegiatan PRC berlangsung kurang lebih 2 bulan. Adapun kendala yang dialami hanya berkisar pada jaringan yang kurang baik pada saat hariH kegiatan serta kendala-kendala minor lain yang bisa diatasi dengan baik oleh anggota teamwork. Kedepannya Oci berharap agar kegiatan PRC bukan hanya ditujukan untuk mahasiswa FK Unhas, namun juga bisa mengambil skala yang lebih luas.
Di sisi lain, salah satu peserta kegiatan PRC, yaitu Stevens Wijaya mengatakan bahwa alasannya mengikuti kegiatan ini adalah agar dapat mendalami secara profesional cara membuat CV, Motivation Letter, MoU, dan berbicara di depan umum. Keempat hal tersebut tentunya menjadi relevan, baik di bangku perkuliahan ataupun setelahkelulusan. Oleh karenaitu, Stevens percaya bahwa materi yang dipaparkan di PRC ini sangat bermanfaat bagi dirinya kedepan.
Terbukti setelah mengikuti kegiatan PRC ini, Stevens lebih mengetahui berbagai siasat dan aspek profesionalisme mengenai skill-skill public relation yang dipaparkan oleh narasumber serta kesalahan-kesalahan umum hingga fatal yang perlu dihindari untuk memaksimalkan tingkat kesuksesan. Lebih lanjut Stevens berharap agar kedepannya PRC dapat dibuat lebih interaktif lagi dan mengupas lebih banyak skill yang relevan bagi para mahasiswa.
INM