Efektivitas dan Kepercayaan Terhadap Aplikasi PeduliLindungi

Di era modern, perkembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dari segala sektor, terutamanya sektor kesehatan. Realisasi turut andil teknologi dalam sektor kesehatan salah satunya diwujudkan dengan hadirnya aplikasi pedulilindungi. Aplikasi pedulilindungi adalah sebuah media solutif pencegahan penyebaran covid-19 dengan menggunakan sistem WAN (Wide Are Network), dimana aplikasi ini menjangkau satu negara yaitu seluruh Indonesia. Munculnya aplikasi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah adaptasi masyarakat terhadap pandemi covid-19, efektifkah dan seberapa terpercaya aplikasi pedulilindungi?

Efektivitas sangatlah penting dalam penggunaan teknologi dimana ia menunjang optimalisasi pemanfaatan dari teknologi tersebut. Namun, aplikasi pedulilindungi yang merupakan bagian dari COVID-19 Tracking Apps (CTA) diidentifikasi menimbulkan 4 tantangan yaitu efektivitas, masalah teknis, ketidakadilan, dan keamanan data pribadi.

Masyarakat telah memberikan pernyataan mereka di aplikasi google play mengenai aplikasi pedulilingdungi. Dari data yang terkumpul banyak yang masih mengkhawatirkan kekeliruan informasi keamanan terhindar dari orang yang terjangkit covid-19 dan akuratnya informasi zona yang diberitahukan. Tidak hanya itu, keharusan mengaktifkan bluetooth dan notifikai yang terus berdering cukup menghabiskan kuota dan batrei penggunanya. Masyarakatpun menyatakan perangkat mereka mengalami penurunan kecepatan akses internet, dikarenakan aplikasi pedulilindungi terus melakukan peningkatan dalam pengembangan aplikasi. Namun, segala kendala yang telah dijabarkan berdasarkan opini masyarakat menjadi landasan KOMINFO untuk meningkatkan kualitas pelayanan aplikasi.

Di balik kecemasan masyarakat alasan utma aplikasi pedulilindungi ini hadir adalah sebagai perwujudan strategi tracing (penelusuran kontak) dari salah satu 4 strategi yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menguatkan kebijakan physical distancing sebagai strategi dasar demi mengatasi penyebaran COVID-19. Lebih jelasnya aplikasi ini membantu masyarakat dalam upaya penelusuran (tracing), pelacakan (tracking) dan pemberian peringatan (warning dan fencing) Covid-19(Putri and Hamzah, 2021). Pemerintah sangat terbantu untuk memonitoring penyebaran covid dan mengindentifikasi masyarakat yang kemungkinan terjangkit sehingga dapat melakukan penangan lebih lanjut dengan lebih sigap. Aplikasi ini pun terus dalam tahap pengembangan dan menyesuaikan dengan kebutuhan.

Cara kerja Pedulilindungi:

a. Unduh aplikasiPeduliLindungi, lalu menyetujui persetujuan pengguna untuk mengaktifkan data lokasi untuk memberi informasi terkait zonasi dan area karantina mandiri.

b. Notifikasi akan berjalan dengan kondisi lokasi aktif untuk melakukan identifikasi lokasi pengguna serta  memberikan informasi terkait keramaian dan zonasi.Penggunaan aplikasi ini dapat digunakan oleh segala smartphone. Agar berfungsi maka PeduliLindungi harus selalu terbuka. Sumber informasi dan himbauan yang yang terdapat di aplikasi PeduliLindungi berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, Situs Resmi COVID-19 Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga dapar terpercaya.

c. Hasil pendataan dari aplikasi akan digunakan untuk memberikan penanganan lebih lanjut terhadap penghentian penyebaran COVID-19. Hal ini membantu pemerintah mengindetifikasi dalam hal tracing dan traking.

PeduliLindungi akan memberikan notifikasi apabila:

a.PeduliLindungi aktif dalam waktu yang cukup lama, di tempat yang sama dalam keramaian bersama pengguna lain.

b.Pengguna masuk ke zona tertentu:

1) Zona Merah menunjukkan adanya kasus Covid-19 di area tersebut

2) Zona Kuning menunjukkan terdata ada Suspek Covid-19 pada area atau kelurahan tersebut.

3) Zona Hijau menunjukkan bahwa suatu area tidak memiliki kasus COVID-19 yang Terkonfirmasi, Suspek, atau Kontak Erat,

c.Pengguna yang terdata sedang karantina mandiri, namun keluar dari zona karantina/ isolasi.

PeduliLindungi dibuat sebagaiupaya penanganan Covid-19 di Indonesia,
namun banyak muncul isu-isu mengenaikerahasiaan data pengguna aplikasi.Dibalik kelebihan aplikasi PeduliLindungiyang informatif, masyarakat tetap skeptisdalam menggunakannya, terlebih lagisetelah munculnya pemberitaan mengenaikebocoran 230.000 data tes Covid-19 yangdijual di forum online RaidForums.

Perlu kita ketahui bahwa efektivitas dari sebuah teknologi dan kepercayaan membutuhkan sebuah kerja sama yang besar, dalam berpartisipasi maupun berkontribusi. Ari Takarianto dalam Rouzni mengungkapkan bahwa hal yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan,keberlangsungan dan kesinambungan implementasi sebuah sistem adalah: SDMyang displin dalam menerapkan, menjaga dan mengoperasikannya. Keberhasilandalam mengimplementasikan sebuah sistem dan strategi manajemen servis di dalamsebuah organisasi, membutuhkan sebuah kombinasi yang ideal antara faktormanusia, proses dan teknologi.

Maka dari itu, efektivitas aplikasi PeduliLindungi akan terwujud jika segala faktor yang disebutkan dapat bekerja sama dan saling percaya. Dari hal kecil, dari diri sendiri untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat luas. Di balik penolakan adanya aplikasi PeduliLindungi tidak dapat dipungkiri kebermanfaatan aplikasi dalam memberikan informasi langsung pada masyarakat mengenai covid-19 untuk menghindari hoax serta pemantauan wilayah dan masyarakat dapat dioptimalkan.

MAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *