SINO INFO : GeNose C19

GeNose C19 telah digunakan sebagai syarat untuk melakukan perjalanan di Indonesia. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor: SE 26 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi COVID-19 yang dirilis pada 31 Maret 2021. Pemberlakuan layanan pemeriksaan COVID-19 menggunakanGeNose C19 bagi calon penumpang yang akan bepergian  juga sudah diterapkan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Pemeriksaan digelar di area kedatangan bandara setiap hari mulai pukul 06.00- 11.00 WITA. Kebijakan ini seharusnya menarik perhatian masyarakat umum untuk mengetahui secara spesifik info terkait GeNose C19.

GeNose C19 merupakan alat yang meniru cara kerja hidung manusia dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (Artificial intelligence) dalam membedakan pola senyawa yang dideteksi. Khususnya, GeNose C10 dapat membedakan pola senyawa dari volatile organic compound (VOC) nafas manusia yang terinfeksi COVID-19 atau tidak.Salah satu anggota Tim Pengembang GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, mengungkapkan alat tersebut mengidentifikasi virus corona secara tidak langsung dengan cara mendeteksi VOC yang terbentuk lantaran adanya infeksi COVID-19 yang keluar bersama napas.Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil.Hasil pemeriksaan setelah pengambilan sampel nantinya akan ditunjukkan pada layar monitor dalam bentuk kurva. Di bawah kurva tersebut, terdapat keterangan yang menyatakan hasil tes berupa prediksi POSITIVE atau NEGATIVE.Selain itu, terdapat pula dua angka desimal untuk menunjukkan seberapa kuat prediksi yang dihasilkan usai pemeriksaan. Menurut GM Divisi Kesehatan di Dompet Dhuafa, dr Yeni Purnamasari, MKM, jika hasil prediksinya kuat, maka angka desimal tersebut akan berada di angka 0,6 atau 60 persen, sementara jika di bawah itu maka hasilnya lemah.Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.

Sumber gambar: pikiranrakyat.com

Di lain sisi, GeNose 19 masih diklaim mempunyai beberapa kelemahan yang juga diakui oleh Ketua tim pengembang GeNose Universitas Gadjah Mada (UGM), Kuwat Triyana, yang mengaku alat GeNose tidak optimal jika orang yang dites merokok atau makan makanan menyengat seperti petai hingga jengkol.Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa persiapan khusus sebelum melakukan tes ini.Kuwat menyatakan pasien satu jam sebelum pengetesan dilarang mengkonsumsi alkohol. Kedua, pasien diizinkan untuk makan satu jam sebelum pengetesan namun disarankan tidak mengkonsumsi makanan dengan aroma sensitif seperti jengkol, durian, juga petai.Ketiga, pasien juga tidak boleh merokok satu jam sebelumnya.Terlebih lagi, saat tes ini dilakukan dalam keadaan berpuasa, terdapat hal khusus yang perlu diperhatikan agar pembacaan hasil genose bisa akurat. Dian Kesumapramudya menjelaskan pemeriksaan GeNose dianjurkan saat pagi hari seoptimal mungkin 6 jam setelah sahur. Sebab, jika tes dilakukan lebih dari 6 jam usai sahur dikhawatirkan ada peningkatan asam lambung yang dapat memengaruhi hasil pembacaan GeNose. dr. Mohamad Saifuddin Hakim, M.Sc., Ph.D., anggota peneliti GeNose C19, juga menambahkan waktu yang dianjurkan untuk pemeriksaan GeNose selain di pagi hari adalah setelah berbuka puasa. 

Produk GeNose C19 memiliki tingkat akurasi sebesar 93-95% dengan tingkat sensitivitas 89-92%, spesifisitas 95-96%, dengan positive predictive value (PPV) 87-88% dan negative predictive value (NPV) 97%. Nilai sensitifitas, spesifisitas, PPV dan NPV diperoleh melalui uji klinis / diagnostik 3 tahap yang melibatkan subyek dari rawat inap (tahap 1), rawat jalan (tahap 2; pasien terduga COVID-19 dan kontak erat) dan skrining bebas (tahap 3: pasien tanpa gejala) dengan dibandingkan langsung terhadap pemeriksaan tes swab berbasis RT-PCR.Kementerian Kesehatan pun telah memberikan izin edar alat deteksi COVID-19 pada tanggal 24 Desember 2020 dengan nomor Kemenkes RI AKD 20401022883 dengan kategori kelompok Elektromedik Non Radiasi/B. Produsen/pabrikan produk GeNose C19 yang resmi terdaftar adalah PT Swayasa Prakarsa.Namun, perlu diketahui bahwa alat ini hanya digunakan sebagai alat skrining untuk mendeteksi partikel atau senyawa yang memang hanya didapat pada orang yang positif terpapar COVID-19, bukan sebagai alat untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi virus Corona.Karena sampai saat ini, gold standard penegakan diagnosis COVID-19 pada pasien tetap melalui pengujian polymerase chain reaction (PCR). Adapun hasil pengujian GeNose C19 dapat digunakan sebagai skrining  awal keberadaan virus  SARS-CoV2 di dalam tubuh manusia.

Sumber:

-Artikel sulsel.inews.id dengan judul ” Bandara Makassar Mulai Berlakukan Tes Covid GeNose untuk Penumpang “, [Klik untuk baca: https://sulsel.inews.id/berita/bandara-makassar-mulai-berlakukan-tes-covid-genose-untuk-penumpang] terbit pada tanggal 16 April 2021.

-Artikel CNN Indonesia terbit tanggal 26 januari 2021 [Klik untuk baca: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210126115222-199-598460/alasan-genose-ramai-ditolak-ahli-buat-deteksi-covid-19-ri/1]

-Artikel detik health terbit tanggal 17 maret 2021 [Klik untuk baca:https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5497529/4-fakta-genose-alat-skrining-corona-tanpa-colok-hidung-buatan-ugm]

-Web MIPA UGM terbit tanggal 26 Desember 2020 [Klik untuk baca: https://mipa.ugm.ac.id/2020/12/cara-kerja-genose-alat-deteksi-covid-19-buatan-ugm-yang-dapat-izin-edar/]

-Web Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM 14 Januari 2021 [Klik untuk baca: https://ditpui.ugm.ac.id/faq/]

-Web UGM terbit tanggal 12 April 2021 [Klik untuk baca: .https://ugm.ac.id/id/berita/20989-syarat-tes-genose-saat-jalani-puasa-ramadhan]

(nisaasf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *