LPM SINOVIA GELAR SINO PEDULI
Senin, 21 Desember 2020 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sinovia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mengadakan Sino Peduli dengan mengangkat topik “Menjaga Kesehatan Mata di Masa Pandemi”. Kegiatan yang dilaksanakan melalui Live Instagram ini, mengundang dr. Ahmad Ashraf, Sp.M (K)., M. Kes., MPH sebagai narasumber. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA ini dipandu oleh Trisna Asma Sakti Lestari.
Sebagai pembuka, mata yang sehat adalah apabila baik dari segi anatomi. Pandemi Covid-19 yang terjadi ternyata dapat mempengaruhi kesehatan mata. Hal ini dikarenakan banyaknya aktivitas aktif menggunakan gadget, baik handphone, komputer, ataupun laptop. “Penggunaan gadget yang berlebihan membuat aktivitas melihat dekat pada mata kita menjadi lebih banyak dan sebenarnya ini merupakan pekerjaan yang berat untuk mata, contohnya membaca yang membuat keluhan nyeri di sekitar mata atau mata lelah”, jelas dr. Ahmad Ashraf. Selain itu, narasumber juga menjelaskan bahwa kebiasaan melihat dekat dapat menyebabkan kelainan refraksi. “Terlalu sering melihat dekat membuat otot-otot mata hiperaktivitas sehingga terjadi kelainan refraksi dan yang paling sering yaitu myopia”, tambahnya.
Tak lupa pada kesempatan itu, narasumber menjelaskan bahwa jika telah muncul gejala-gejala seperti mata lelah yang ditandai nyeri di sekitar mata dan penglihatan kabur tanpa penyakit mata penyerta, maka hal yang perlu dilakukan adalah mengistirahatkan mata terlebih dahulu dan lakukan peregangan otot mata. Contohnya, apabila seseorang sudah melihat gadget selama 20 menit maka dianjurkan untuk mengistirahatkan mata minimal 20 detik dan melihat benda jauh dengan jarak 20 kaki atau enam meter atau lebih. Selain itu, dr. Ahmad Ashraf juga menjelaskan bahwa saat ini telah memasuki musim penghujan sehingga ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai karena bisa mengenai pada mata seperti konjungtivitis causa virus yang berkaitan dengan musim.
Sebagai pembahasan penutup, dr. Ahmad Ashraf menjelaskan tentang mata yang dikenal sebagai salah satu jalur masuknya Coronavirus. “Covid itu adalah virus sementara manifestasi yang bisa terjadi di mata itu karena virus, sedangkan untuk penjelasan mata sebagai jalur masuknya Covid-19 sampai saat ini belum ada penjelasan secara detail”, ucap dr. Ahmad Ashraf. Lalu, beliau juga menjelaskan bahwa ada dua versi pendapat tentang hal tersebut. “Ada dua versi pendapat, yang pertama kalau mata kita itu sendiri bisa menderita infeksi adenovirus atau jenis virus lain seperti herpes simpleks maka droplet dari penderita Covid-19 bisa pula menempel pada mukosa mata dan masuk ke dalam tubuh sedangkan versi yang kedua droplet Covid hanya melalui saluran pernapasan”, jelas dr. Ahmad Ashraf. Sebagai penutup beliau menghimbau agar kita lebih waspada pada hal yang lebih buruk. “Kita di dalam dunia kedokteran harus waspada terhadap hal yang lebih buruk, artinya kita harus mengganggap bahwa melalui mata itu bisa sehingga kita jadi lebih waspada seperti menggunakan pelindung mata atau wajah serta masker terutama ketika kita ingin berinteraksi atau bertemu orang lain”, tutup dr. Ahmad Ashraf Sp.M (K)., M. Kes., MPH.
(IC)
Editor : DHR