LIVE ON INSTAGRAM : SINOVIA TALK BERSAMA SATGAS COVID-19

Rabu, (15/07/2020) Lembaga Pers Mahasiswa Sinovia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (LPM Sinovia FK UH) menyelenggarakan Sinovia talk dengan tema “Berperang Melawan Covid-19, Apa Kata Satgas?”. Kegiatan ini tepatnya diadakan oleh Divisi Keredaksian LPM Sinovia periode 2019/2020. Diskusi berlangsung pukul 20.00 WITA melalui Live instagram LPM Sinovia. Narasumber pada kegiatan ini adalah dr. Idrianti Idrus Sp.KK, M.Kes selaku Koordinator Logistik Satuan Tugas (SATGAS) Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin. Diskusi dipandu oleh Arina Rezkyana Arfa sebagai moderator dan memiliki 89 viewers.
Gugus Satuan Tugas atau Satgas Covid-19 adalah sebuah unit atau formasi yang dibentuk untuk menanggulangi Corona virus disease-19 (Covid-19). Sebagai Koordinator Logistik yang bertugas untuk mengatur distribusi dan ketersediaan Alat Perlindungan Diri, dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes menjelaskan bahwa ada beberapa kesulitan yang dialami oleh para Satgas. “Saat awal pandemi Covid-19 yang menjadi kesulitan untuk para Satgas adalah ketersediaan Alat Perlindungan Diri (APD), namun saat ini ada kesulitan baru yang timbul yaitu ketersediaan tempat untuk isolasi mandiri”, ucapnya. Beliau juga menjelaskan penanganan yang dilakukan para Satgas Covid-19 bukan sekedar merawat pasien, namun mulai dari edukasi, pelayanan, logistik dan menjaga keamanan pasien serta para tenaga medis. Pada awal pandemi dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes menyebutkan bahwa seluruh donasi merupakan sumbangan dari masyarakat. “Awal Satgas terbentuk pada maret full donasi berasal dari masyarakat sekitar 3 miliar, jadi yang kita belikan adalah APD, masker, juga reagen yang dipakai di laboratorium, serta kita juga mendistribusikan swab dan nanti antara bulan ke 4 atau ke 5 bantuan dari pemerintah mulai datang berupa bahan habis pakai seperti APD, masker bahkan masker kain yang kita bagikan ke keluarga pasien”, ujarnya. Selain itu, dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes menjelaskan bahwa mengonsumsi vitamin D 1000 mg, zink, madu serta menggunakan minyak kayu putih setiap 2 jam sekali menjadi cara untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Walaupun banyak upaya yang telah dilakukan baik oleh pemerintah dan para tenaga medis, sampai saat ini kasus Covid-19 tetap meningkat. Dalam penjelasannya, dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi setelah PSBB. “Setelah PSBB, kami disarankan untuk melakukan tes massive dan karena tes itulah mengungkapkan beberapa kasus positif”, ucapnya. Selain itu, beliau juga mengatakan adanya klaster keluarga yang saling menginfeksi, budaya ngumpul dan ngobrol menjadi penyebab lainnya peningkatan kasus tersebut.
Dalam diskusi kali itu, dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes juga memberikan tanggapannya mengenai teori konspirasi dan tuduhan masyarakat mengenai ladang bisnis yang dilakukan para tenaga medis dengan memanfaatkan kondisi pandemi saat ini, salah satunya dengan melakukan rapid test. Menurut Koordinator Logistik tersebut, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dari masyarakat mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan rapid test tersebut. “Rapid test itu awal-awal dibeli dengan harga yang mahal, selain itu ada bahan-bahan habis pakai seperti alkohol swab, handscoen, jarum, yang harus dihitung karena itu semua adalah pengeluaran rumah sakit, dan banyak orang yang belum mengerti karena itu bukan dibayar oleh pemerintah”, ucap dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes.
Selain itu, dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes tetap menghimbau pada masyarakat untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak, dan menjaga kebersihan dikarenakan adanya mikro droplet yang beterbangan dan dapat menyebabkan terjadinya penularan. “Gunakan masker yang menutup rapat jangan ada space dan kalau bisa sesuaikan dengan bentuk muka kita, sedangkan untuk penanganan airborne dengan menggunakan ventilasi 2 arah dan digunakan yang ada heap filternya”, ucap dr. Idrianti Idrus Sp.Kk, M.Kes sebagai penutup.
Sebagai pimpinan redaksi periode 2019/2020, Eka Hesti Hastuti menganggap bahwa agenda Sinovia talk ini patut diapresiasi. “Menurut saya, Sinovia talk yang diagendakan Divisi Keredaksian ini patut untuk diapresiasi, mengingat kegiatan ini bukan bagian dari program kerja Divisi Keredaksian dan merupakan hal baru yang belum pernah dilakukan di kepengurusan sebelumnya.”, ucapnya. Pimpinan Redaksi ini juga mengatakan dengan diadakannya Sinovia talk tersebut merupakan wujud nyata dari semangat dan keseriusan mereka dalam berproses. “Saya bangga dengan LPM Sinovia terkhusus anak-anak redaksi yang telar menggelar dan menyukseskan acara ini, dari sini saya lihat wujud nyata dari semangat, ketulusan, keikhlasan, serta keseriusan mereka dalam berproses, redaksi keren”, ucapnya sebagai penutup.
Indah Chairunnisa
Editor : Dwi Rahmah Sari HR