UNGKAPAN CINTA SINOVIA UNTUK IBU- IDEAL TANPA HARUS DIIDEALKAN
Berbicara tentang Ibu, kita akan teringat sosok tersayang yang selalu ada dihati. Tak ada kata yang bisa mendeskripsikan segala tentang Ibu karena kebaikan dan curahan kasih sayangnya tak dapat dikalkulasikan. Ketika usahamu berhasil, percayalah tuhan telah mengabulkan doa dan harapan ibumu, bahkan ketika kebaikan menghampirimu maka itu adalah balasan kebaikan yang Ibumu lakukan. Namun karena keistimewaan kata Ibu, sebagian masyarakat memberikan beberapa standar tinggi untuk menilai kualitas seorang Ibu dan muncullah beberapa istilah, seperti “Ibu yang ideal” atau “Ibu yang gagal” dan beberapa istilah lain.
Sebenarnya Ketika ada segelintir orang bahkan beberapa ibu sendiri yang memiliki pemikiran “dia ibu yang gagal”, “saya takut menjadi ibu yang gagal”, “dia Ibu yang ideal”, “Saya ingin menjadi Ibu ideal seperti dia”, perlu kita sadari bahwa kalimat-kalimat ini terbentuk karena pemikiran yang terlalu mengkomersialkan arti kata Ibu. Beberapa orang memberikan standar tinggi tentang bagaimana seharusnya seorang Ibu, seperti Ibu haruslah orang yang melahirkan, atau bahkan ada yang membandingkan perjuangan Ibu yang melahirkan normal ataupun operasi sesar, Ibu haruslah yang memberikan ASI, Ibu harus dirumah menemani anaknya mengerjakan tugas sekolah, menyuapi makan, memandikan bahkan membacakan dongen sebelum tidur dan bahkan masih banyak lagi standar tinggi yang diberikan segelintir masyarakat untuk ibu yang ideal. Namun pemikiran-pemikiran ini tidaklah benar, seorang Ibu tidak harus melahirkan karena ada beberapa orang berhati mulia yang ditakdirkan tidak bisa melahirkan, namun ditakdirkan menjadi seorang Ibu yang memberikan seluruh hidupnya untuk anak yang tidak lahir dari rahimnya. Dan banyak Ibu yang bekerja sehingga tidak dapat berada dirumah sepanjang hari menemani sang anak demi tanggungjawab dan kesejahteraan keluarga. Serta masih banyak lagi keadaan yang terjadi sehingga seorang Ibu tidak dapat memenuhi standar yang diciptakan oleh masyarakat.
Istilah Ibu yang gagal dan Ibu yang ideal ini lahir dari pemikiran-pemikiran kerdil, karena sejatinya semua ibu adalah Ibu yang ideal tanpa harus di idealkan oleh siapapun. Diperingatan hari Ibu ini saya mengajak semua orang, terkhusus semua Ibu untuk membebaskan diri dari semua pemikiran-pemikiran yang tidak benar yang akan menimbulkan rasa bersalah dalam hati yang berdampak pada ketenangan hidup. Tetaplah berdiri tanpa intimidasi oleh apapun dan dari siapapun karena setiap Ibu adalah surga dari anak-anaknya. Semua Ibu adalah malaikat tanpa sayap dengan cahaya kasih sayang yang takkan pernah redup.
“Ibu adalah satu kata sarat akan keindahan makna. Sosok yang tuhan anugerahkan seluruh kebaikan dan keajaiban didunia, pemilik cinta tanpa batas, pemberi limpahan kasih sayang yang takkan terbalas, pejuang tangguh yang tak menuntut balas jasa, serta pengirim doa yang melekat mengikuti setiap langkah sang anak” -Nithas
(Nitha Sarina)