Coping with Stress during Pandemic
Sejak pandemi mendera, pikiran-pikiran buruk tidak bisa terbendung dari benak masyarakat. Pikiran jumlah korban yang jatuh dan memenuhi rumah sakit, angka kematian yang terus meningkat saban hari, ekonomi semaput, maraknya PHK, kemiskinan pun melejit, hal ini sedikit banyak menjadi sumber stress di masyarakat. Setiap dari kita menghadapi berbagai macam masalah yang menyebabkan kecemasan, ketakutan, sedih, kesepian, marah, frustasi dan emosi lain yang sulit digambarkan. Social distancing merupakan keharusan, tetapi disisi lain malah menyulut api kesepian dan kegelisahan pada sekelompok orang. Tidak ada yang salah dari merasa khawatir dan berpikir segala macam kemungkinan, namun berpikir buruk terus menerus tanpa bisa dikendalikan bukanlah hal yang benar.
Berdasarkan Center for Disease Control and Prevention (CDC), stress selama pandemi bisa menyebabkan gangguan tidur, gangguan makan, sulit berkonsentrasi, memperburuk sakit kronis dan sakit mental yang telah ada, serta dapat bermanifestasi menjadi gangguan fisik seperti pusing, mual, muntah, dll. Covid-19 tidak salah lagi mempunyai efek yang sangat besar terhadap perubahan ritme kehidupan masyarakat. Banyak dari kita diwajibkan menghabiskan waktu dengan “dirumah aja” dan membatasi aktivitas rutin diluar rumah. Perubahan ini memang merupakan hal yang baru, namun bukan berarti hal yang buruk, jika kita membuka pikiran untuk berbagai peluang yang bisa kita lakukan dalam periode tertentu ini, walaupun kita tidak memilihnya, kita pasti bisa menghadapinya.
Untuk itu, mari belajar untuk menghadapi stress dimasa pandemic dengan cara yang sehat!
- Pertama-tama, ets jangan salah, cemas di masa pandemic itu perlu dan wajar lho! Dr. Lisa Damour, ahli psikologi remaja mengatakan bahwa kecemasan adalah hal fisiologis yang terjadi dalam tubuh untuk memperingatkan diri agar waspada terhadap ancaman dari luar dan membantu kita untuk menemukan cara melindungi tubuh. Sekolah tempat bersua dengan teman yang sekarang hanya bisa dilakukan via daring, tempat ibadah pelepas penat yang ditutup sementara, mall dan pusat belanja untuk bermain juga dibatasi, memang sewajarnya membuat kita tidak nyaman, namun yang harus ditanamkan dipikiran adalah ketidaknyamanan itu merupakan langkah kecil yang bisa kita lakukan agar dapat segera merdeka dari wabah. Sebaliknya, ketika kita melihat café ramai, warung tegal sesak, mall padat, seyogyanya kita merasa cemas dan tidak nyaman, karena rasa tidak nyaman dan kecemasan itu akan membantu kita dalam membuat keputusan yang tepat, seperti praktisnya menghindari kerumunan tersebut. Hal-hal itu akan membantu tidak hanya dirimu sendiri, namun orang lain disekitarmu.
- Batasi penggunaan sosial media dan melihat berita. Tetap update memang hal yang penting, silakan berselancar di dunia maya untuk tetap terhubung dalam jaringan dengan teman atau artis kesukaan, namun upayakan menghindari membaca berita-berita yang belum tentu benar mengenai covid secara terus-menerus jika kamu merasa tidak mampu menjaga diri dari pikiran buruk. Cobalah untuk menghindari spekulasi dan cari sumber terpercaya tentang wabah tersebut.
- Sibukkan diri dengan berbagai macam aktivitas, bergabunglah dengan berbagai macam kepanitiaan, organisasi dan ruang dengan peluang mendapatkan teman baru lainnya, ikut webinar yang bermanfaat, dan jangan sibuk dalam 1 aktivitas secara konstan dan kontinyu karena berpotensi membuat diri menjadi bosan dan merasa depresi. Berdasarkan psikologi, ketika seseorang berada dalam kondisi yang kritis, penting untuk membagi masalah menjadi 2 kategori ; things they can do something about, and then things they can do nothing about. Banyak masalah yang masuk ke dalam kategori ke-2 dan itu sama sekali tidak apa-apa, yang perlu kita lakukan adalah dengan mencari distraksi agar tidak hanyut dalam masalah itu terus-menerus.
- Tetap bersosialisasi dengan orang lain. Bagi keresahanmu dengan orang yang kamu percaya, manfaatkan waktumu yang “dirumah aja“ dengan bersosialisasi lebih dengan keluarga, lakukan hal-hal yang menarik dan menyenangkan bersama, seperti memasak, menonton tv, bermain games, dll.
- Menjaga kesehatan tubuh jangan lupa. makan makanan yang sehat, stretching, meditasi, olahraga secara regular, tidur dengan nyenyak sesuai jadwalmu seperti biasa, dan tidak lupa melancarkan upaya untuk mencegah covid itu sendiri seperti mendapatkan vaksin. Jika kamu merasakan gejala Covid-19, atau rasa tidak enak badan, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada orang dewasa atau tenaga ahli, jangan berpikiran untuk memendam segalanya sendiri, pikirkan solusi yang rasional dan terbaik untuk semua orang,
- Fokus pada dirimu sendiri, keinginanmu dan perasaanmu. Jika kamu pernah merasa ingin melakukan sesuatu yang baru, seperti belajar bermain musik, membaca buku inspirasional, memasak hal baru, ini waktunya kamu bereksperimen! Fokus pada hal-hal yang ingin kamu lakukan merupakan salah satu cara paling sehat untuk menjaga kesehatan mental kamu. Di masa pandemi, kamu merasa sedih tidak bisa bertemu teman, merasa depresi dan terisolasi, biarkan dirimu mendalami perasaan tersebut, tidak apa-apa untuk merasa frustasi, merasa sedih tidak membuatmu menjadi lemah, setiap orang memproses perasaannya dengan cara yang berbeda-beda, beradaptasi dengan covid tentu saja membutuhkan waktu, take your time! Go easy on yourself. Ketika mengalami perasaan yang menyakitkan, cara untuk merasa lebih baik adalah dengan melewatinya, jangan abaikan perasaanmu terus menerus.
Sumber :
- Artikel “How to Maintain Mental Health during Pandemic” terbit tanggal 3 Mei 2020 https://corona.jakarta.go.id/en/artikel/cara-menjaga-kesehatan-mental-di-kala-pandemi
- Artikel “Coping with Stress“ website resmi Centers for Disease Control and Prevention(CDC) https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/managing-stress-anxiety.html
- Artikel “How to protect your mental health during the coronavirus (COVID-19) pandemic : 6 strategies for teenagers faced with the new (temporary) situation“ website resmi United Nation Children Funds (UNICEF) https://www.unicef.org/serbia/en/how-protect-your-mental-health-during-coronavirus-covid-19-pandemic
- Artikel “Corona Virus and Mental Health Tips” website resmi Mental Health Foundation https://www.mentalhealth.org.uk/coronavirus/mental-health-tips
- Artikel “Seven tips to manage your mental health and well-being during the COVID-19 outbreak“ terbit tanggal 26 Maret 2020 https://www.nature.com/articles/d41586-020-00933-5
- Artikel “COVID-19 and your mental health” website resmi Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/mental-health-covid-19/art-20482731
Izzah Fauziah Irfan, SINO-21-21