TUDANG SIPULUNG : Sistem Pembelajaran Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Masa Pandemi COVID-19

      Kamis (3/12/2020), Kementerian Kajian Strategi dan Advokasi (KASTRAD) BEM FK UNHAS menggelar Tudang Sipulung dengan tema : “Sistem Pembelajaran Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Masa Pandemi COVID-19”. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 19.30-selesai melalui aplikasi pertemuan virtual Zoom Meeting. Kegiatan yang mencapai 200-an participant ini dipandu oleh Muh. Radjadillah S. sebagai moderator. Tudang Sipulung ini mengundang 2 pemateri yaitu Dr. dr. Irfan Idris, M.Kes yang merupakan Wakil Dekan I FK UNHAS, dan dr. Fathulrachman, M.Med.Sc sebagai perwakilan SAU FK UNHAS. Selain pemateri, terdapat 2 narasumber yaitu Achmad Nursyamsyir, S.Ked sebagai perwakilan mahasiswa klinik dan Andi Faiz Batara Achdar sebagai perwakilan mahasiswa pre-klinik FK UNHAS.

       Tudang Sipulung diawali dengan pembukaan dan penyampaian latar belakang kegiatan oleh moderator sekaligus menjelaskan terminologi dari kata Tudang Sipulung sendiri yaitu tudang yang berarti duduk dan sipulung yang berarti berkumpul. Yang dapat disimpulkan bahwa Tudang Sipulung adalah kegiatan duduk dan berkumpul bersama untuk membahas serta mencari solusi suatu masalah secara bersama-sama. Setelah itu, dilanjutkan oleh dr. Fathulrachman sebagai perwakilan SAU FK UNHAS yang  membahas mengenai beberapa poin mengenai sistem pembelajaran jarak jauh yang telah dilalui FK UNHAS selama kurang lebih 10 bulan. Menurut dr. Fatulrachman, di samping banyaknya dampak negatif pandemi ada beberapa poin yang perlu disyukuri. Seperti terpacunya perkembangan pemanfaatan teknologi khususnya pendidikan, memacu kreatifitas para pengajar baik dosen maupun guru yaitu bagaimana inovasi mereka agar transfer ilmu bisa diterima oleh mahasiswa sebagaimana tetap sama saat proses tatap muka. Selain itu, beliau juga menjelaskan tantangan-tantangan yang dihadapi selama sistem belajar jarak jauh seperti bagaimana agar semua dosen yang tidak akrab dengan  teknologi tetap bisa melaksanakan transfer ilmu dengan baik. Dr. Fatulrachman juga menyampaikan alasan dilaksanakan ujian per topik yaitu selain sebagai assessment juga sebagai tolak ukur bagi dosen untuk mengetahui apakah mahasiswa benar-benar memahami dan membaca materi yang diberikan.

      Selanjutnya, Achmad Nursyamsyir sebagai perwakilan mahasiswa klinik menyampaikan beberapa poin positif diadakannya pembelajaran jarak jauh dimana menurut survey yang telah ia lakukan dengan responden dari mahasiswa FK UNHAS fase klinik didapatkan bahwa poin positif yang paling banyak dirasakan adalah memiliki kesempatan lebih banyak dalam memperdalam teori. Sedangkan untuk poin negatif yang paling banyak dirasakan adalah  pembelajaran jarak jauh tidak menunjang kemampuan atau skill klinis. Selain itu, Achmad Nursyamsyir juga menyampaiakan beberapa usulan salah satunya yaitu agar ketika kegiatan coass sudah dilakukan on-site agar tugas ditiadakan lagi supaya mahasiswa klinik bisa fokus memperdalam ilmu kliniknya. 

 

      Kemudian, dr. Irfan Idris sebagai Wakil Dekan I FK UNHAS mengungkapkan bahwa kegiatan coass yang dilakukan secara jarak jauh selain untuk mencegah penularan virus corona, juga disebabkan karena kasus penyakit lain di rumah sakit juga menurun drastis selama terjadinya pandemi.  Namun, semester  baru yang akan datang baik mahasiswa klinik maupun pre-klinik akan direncanakan sistem blended learning yaitu 50% daring dan 50% on site. Namun, itu tentu saja membutuhkan perencanaan yang matang.

 

 

 

 

      Mewakili mahasiswa pre-klinik, Andi Faiz Batara Achdar menyampaikan beberapa kendala yang dialami selama proses pembelajaran jarak jauh salah satunya yaitu sistem Clinical Skill Lab yang diubah menjadi pembuatan video oleh mahasiswa selain memakan biaya akibat penyediaan alat dan bahan, juga memakan biaya dari segi pengunggahan video ke kanal Youtube masing-masing mahasiswa. Selain itu, ujian topik yang diadakan beberapa kali dalam satu blok dianggap membuat beberapa mahasiswa kelelahan. Andi Faiz juga berharap agar rencana blended learning yang dicanangkan oleh Dekanat bisa menjamin kebutuhan kualitatif dan kuantitatif dari pendidikan di lingkup Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Setelah penyampaian materi dan pendapat dari para pemateri dan narasumber, kemudian dilanjutkan sesi diskusi yang cukup aktif dimana salah satunya yaitu diskusi mengenai rencana dimulainya proses pendidikan mahasiswa klinik di rumah sakit (on site) pada Januari 2021. Setelah sesi diskusi, acara kemudian ditutup oleh moderator dengan penyampaian kesimpulan dan beberapa poin advokasi yang sempat tercatat selama sesi penyampaian materi dan sesi diskusi.

      Setelah selesainya acara, Ilham Mubarak sebagai salah satu teamwork kegiatan Tudang Sipulung mengucapkan penghargaannya kepada para  pemateri dan narasumber serta participant yang telah menyempatkan waktunya dalam kegiatan tersebut. “Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan selama diskusi akan jadi poin advokasi yang saya harapkan bisa jadi pertimbangan pengambilan keputusan oleh Dekanat maupun SAU,” tutup Ilham Mubarak di akhir acara.

 

(DHR)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *