KEMA BLOOD SHARE, Berbagi Darah untuk Misi Kemanusiaan

Jumat (05/10), adalah tepat satu pekan pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu dan daerah sekitarnya. Bantuan dari berbagai pihak untuk para korban pun tidak hentinya mengalir.
Berkaitan dengan bencana tersebut, Kementerian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (BEM FK Unhas) kembali menggelar Kema Blood Share (KBS), yaitu kegiatan donor darah di lingkup keluarga mahasiswa (kema) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas).

Pelaksanaan KBS kali ini murni sebagai salah satu bentuk aksi kepedulian terhadap para korban. Hal tersebut berbeda dengan pelaksanaan KBS pertama pada tanggal 23 April lalu yang memang merupakan salah satu program kerja dari Kementerian Pengmas dan menjadi hal yang mesti dilaksanakan untuk mencapai indikator keberhasilan yang diinginkan. “Untuk KBS kali ini sebenarnya kami tidak ada target spesifik karena kemarin di KBS 1 telah terpenuhi. Ini murni karena mau membantu kebutuhan pasokan darah di PMI untuk Palu.” Jelas Alfi Saqiyah, dari Kementerian Pengmas.
Jika penyelenggaraan KBS sebelumnya bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD), partner kerja KBS kali ini adalah Palang Merah Indonesia (PMI). “Kebetulan PMI memang sedang mencari pendonor, kemudian dari Pengmas juga ingin memediasi anggota kema agar lebih mudah mendonor, jadi kami bekerjasama menggelar KBS ini.” Tambah Alfi.

KBS ini diselenggarakan di gedung FK Unhas, lantai 1, ruang HMR mulai pukul 14.00 – selesai. Dari 119 orang yang mendaftar sebagai pendonor, hanya ada sebanyak 52 orang yang bebas skrining untuk mendonorkan darah pada KBS kali ini.

“Semoga KBS ini bisa meningkatkan partisipasi warga kema untuk mendonor darah. Mudah – mudahan kedepannya KBS bisa go Unhas, bukan hanya terbatas di lingkup FK.” Ucap Maman Surya, koordinator teamwork KBS.
“Kami dari pengmas mengharapkan ke depannya kegiatan semacam KBS ini dapat dilaksanakan secara rutin. Mungkin sebulan sekali, atau tiga bulan sekali. Kemudian dengan mendatangkan UTD, PMI, atau lembaga kemanusiaan sejenisnya ke kampus semoga warga kema dapat lebih tergerak untuk mendonor darah.” Tambah Puja Muhammad Iqbal, Menteri Pengmas. (II,IR,NS)