Mengenal Lupus, Penyakit Seribu Wajah

Hari Lupus Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Mei. Tahun ini, “Make Lupus Visible” diangkat sebagai  tema peringatannya. Dengan tema tersebut, komunitas lupus sedunia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal lupus.

Lupus adalah penyakit inflamasi autoimun kronik, dimana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak mampu  membedakan substansi asing (non-self) dengan sel dan jaringan tubuh sendiri (self). Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh seorang ODAPUS (Orang dengan Lupus) menyerang sel, jaringan, dan organ tubuhnya yang sehat.

Manifestasi lupus dapat terlihat `pada kulit, mukosa, sendi, darah, jantung, paru, ginjal, susunan saraf pusat, dan sistem imun. Karena manifestasinya yang sangat beragam inilah lupus sering disebut “great imitator” (peniru ulung / penyakit seribu wajah). Gejalanya yang mirip dengan penyakit lain membuat lupus sangat sulit dideteksi sehingga membuat penanganannya pun sering kali terlambat.

Meski etiologi dan faktor risiko lupus belum diketahui dengan jelas, diduga faktor genetik, imunologik dan hormonal, serta lingkungan seperti infeksi, stres, makanan, antibiotik (khususnya kelompok sulfa dan penisilin), cahaya ultraviolet (matahari), penggunaan obat-obatan tertentu, merokok, dan paparankristal silica memiliki peran sebagai pemicu lupus. 7% pasien lupus memiliki orang tua atau saudara kandung yang juga didiagnosis lupus. Meningkatnya angka pertumbuhan penyakit lupus sebelum periode menstruasi atau selama kehamilan mendukung dugaan hormon estrogen sebagai pencetus lupus.

Deteksi dini dan penanganan secara tepat lupus sangat penting karena meskipun lupus belum dapat disembuhkan, tetapi dengan penangan dini, yaitu pengobatan dengan tujuan mendapatkan remisi panjang, mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ, serta meningkatkan kesintasan, usia harapan hidup pasien lupus tidak berbeda dengan populasi umum. Karena itu, program deteksi dini lupus yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu SALURI (Periksa Lupus Sendiri) sangat penting untuk dilakukan. SALURI dapat dilakukan di sarana-sarana pelayanan kesehatan seperti Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) dan Puskesmas dengan cara mengenali gejala-gejala sebagai berikut:

  • Demam lebih dari 38oC dengan sebab yang tidak jelas
  • Rasa lelah dan lemah berlebihan
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Rambut rontok
  • Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari hidung ke pipi
  • Ruam kemerahan di kulit
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut
  • Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama
  • Ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin
  • Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang
  • Kejang atau kelainan saraf lainnya
  • Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium (atas anjuran dokter):
  • Anemia : penurunan kadar sel darah merah
  • Leukositopenia: penurunan sel darah putih
  • Trombositopenia: penurunan kadar pembekuan darah
  • Hematuria dan proteinuria: darah dan protein pada pemeriksaan urin
  • Positif ANA dan atau Anti ds-DNA

Namun, untuk mempermudah dalam pengenalan gejala khas dari penyakit lupus kita bisa menggunakan singkatan DOPAMIN RASH sebagai jembatan keledai. Adapun kepanjangan dari DOPAMIN RASH adalah :

  • Diskoid : plak eritema menonjol dengan karotik dan sumbatan folikular.
  • Oral ulcer : ulkus dimulut atau orofaring.
  • Photosensitivity : Ruam kulit bila terpapar sinar matahari.
  • Arthtritis : nyeri sendi.
  • Malar : disebut juga butterfly rash yaitu ruam berbentuk kupu-kupu di wajah.
  • Immunologik : pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Anti-DNA abnormal, Anti-Sm

positif,  antibody Anti-fosfolipid positif

  • Neurologic disorder : kejang dan psikosis
  • Renal Disorder :  Protenuria menetap
  • ANA tes +
  • Serositis : efusi pericardium, paru)
  • Hematologic Disorder : anemia hemolitik, lekopenia, limfopenia, trombositopenia

Jika mengalami minimal 4 gejala di atas, maka dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter di Puskesmas atau rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Sumber:

https://dinkes.kuburayakab.go.id/read/152/tema-hari-lupus-10-mei-2021
http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/yuk-mengenal-apa-itu-penyakit-lupus
http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/periksa-lupus-sendiri-saluri-memahami-program-deteksi-dini-penyakit-lupus-eritematosus-sistemik-les
http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-lupus-sedunia-2019-ayo-bergandeng-tangan-dan-tetap-tegar-menghadapi-lupus
http://p2ptm.kemkes.go.id/dokumen-p2ptm/memahami-program-promotif-preventif-penyakit-lupus-eritematosus-sistemik-les-dr-asjikin-iman-hidayat-dachlan-mha-media-briefing-hari-lupus-sedunia-8-april-2018
http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-paru-kronik-dan-gangguan-imunologi/les-lupus-eritematosus-sistemik

AKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *