Kenali Hipertensi dan Penanganannya!

      Ashraf Sinclair, Didi Kempot dan bahkan salah satu peserta Indonesian Idol 2021 Melisa Sidabutar merupakan sederet artis tanah air yang dikabarkan meninggal mendadak karena penyakit jantung pada tahun 2020  lalu. Hal ini menunjukkan penyakit jantung kian menjadi masalah bagi kita semua.  Menurut data World Health Organization (WHO), penyakit jantung merupakan pembunuh nomor 1 di dunia.  Salah satu penyakit jantung dan pembuluh darah yang sering terjadi adalah hipertensi.

      Dalam buku saku “Mencegah dan Mengontrol Hipertensi” yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg yang diukur dalam keadaan tenang sebanyak dua kali dengan interval waktu 5 menit. Penyebab kejadian hipertensi dapat dikelompokan menjadi penyebab yang dapat diubah dan penyebab yang tidak dapat diubah. Penyebab yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, konsumsi garam yang berlebihan, aktfitas fisik yang kurang, obesitas, kebiasaan minum alkohol, stres, penggunaan minyak jelantah, dan penggunaan estrogen. Sementara itu penyebab yang tidak dapat diubah adalah jenis kelamin, riwayat keluarga, umur, dan genetik. 

      Hipertensi jika tidak diatasi maka bisa memicu penyakit jantung lainnya. Oleh karena itu kita harus bisa mendeteksi secepat mungkin dan mengatasinya. Hipertensi diukur dengan melihat tingkat tekanan darah menggunakan sebuah alat yang disebut sphygmomanometer. Alat ini akan memberikan hasil pengukuran tekanan sistolik dan tekanan diastolik dari tubuh. Hasil pengukuran di atas 140/90 mengindikasikan bahwa pasien sedang hipertensi (Sumarta, 2020). Selain pengukuran tekananan darah yang menunjukkan angka di atas 140/90, tanda-tanda hipertensi yang lain adalah rasa berat di tengkuk/sakit kepala, mumet (vertigo), mimisan, telinga berdenging (tinnitus), mudah lelah, jantung berdebar-debar serta penglihatan kabur (Kementerian Kesehatan RI, 2014).

      Ketika menemui tanda-tanda di atas, segeralah periksakan diri ke dokter dan mengikuti anjuran pengobatan yang diberikan oleh dokter. Selain itu penyakit hipertensi ini bisa juga diatasi dengan melakukan pola hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam, melakukan aktifitas fisik 4-7 kali tiap minggu, menjaga berat badan dalam keadaan ideal, mengurangi stres, serta mengurangi konsumsi alkohol.

 

Sumber gambar :

p2ptm.kemkes.go.id/

(Trisna Asma Sakti Lestari La Roeha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *