Mari Mengenal Penyakit TBC, si Penyakit Komorbid!
Tuberculosis merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan angka kematian terbesar di dunia. Tuberculosis ialah penyakit disebabkan oleh kuman TB atau Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menular dan paling sering menyerang bagian paru. Mycobacterium Tuberculosis merupakan kuman yang menyerang pernapasan bagian bawah. Bentuk penularannya yaitu melalui penderita Tuberculosis BTA + saat batuk atau bersin. Penyebaran kuman melalui udara dalam bentuk droplet (dahak) yang dapat bertahan pada suhu kamar selama beberapa jam. Droplet ini dapat terhidup ke dalam saluran pernapasan lalu menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya melalui system peredaran darah, saluran napas, atau penyebaran langsung ke bagian tubuh lainnya.
Gejala utama dari penyakit ini ialah batuk yang tidak spesifik tetapi progresif. Namun, untuk keluhan lain pun dapat timbul seperti demam pada pagi hari selama lebih dari satu bulan, sesak napas, nyeri dada, malaise, berat badan menurun, dan keringat malam. Adapun gejala khusus yang dapat terjadi yaitu timbulnya suara mengi jika terjadi sumbatan sebagian pada bronkus, infeksi tulang, dan pada anak-anak dapat mengenai otak atau meningitis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
Terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan adanya penyakit ini ialah pemeriksaan diagnostic, pemeriksaan sputum, skin test (mantoux), roentgen, pemeriksaan histologi, biopsi jaringan paru, pemeriksaan elekrolit, analisa gas darah, dan pemeriksaan fungsi paru. Selanjutnya untuk pengobatan yang dapat dilakukan yaitu melalui tahap intensif dengan pemberian 4-5 jenis obat anti TB/hari dan tahap lanjutan dengan pemberian 2 jenis obat anti TB/hari atau Intermitten. Dalam hal ini, harus dilakukan evaluasi pengobatan untuk memastikan penderita mengonsumsi obatnya secara rutin. Selain pengobatan, dapat pula dilakukan pencegahan penularan TBC seperti menutup mulut jika batuk atau bersin, makan makanan bergizi, memisahkan alat makan dan minum penderita, tidak membuang dahak di sembarang tempat, memberikan ventilasi yang baik dan pada bayi dilakukan imunisasi.
Sumber :
- Suarayasa1, K., Pakaya2*, D. and Felandina3, Y. (no date) ‘ANALISIS SITUASI PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN SIGI’, l Kesehatan Tadulako, Vol. 5 No.
- WERDHANI, R. A. (no date) ‘PATOFISIOLOGI, DIAGNOSIS, DAN KLAFISIKASI TUBERKULOSIS’. Available at: https://staff.ui.ac.id/system/files/users/retno.asti/material/patodiagklas.pdf.
- Harries AD, Dye C. Tuberculosis. Ann Trop Med Parasitol. 2006 Jul-Sep;100(5-6):415-31. doi: 10.1179/136485906X91477. PMID: 16899146.
Sumber foto :
dinkes.tegalkab.go.id
(Intan Dyah Wahyudi)