“Bullying : Violence, Harrasment & Persecution Fact Sheet, How Do We React?”- HMI Kom. Kedokteran UH

Jumat (03/05/2019) – Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Kedokteran Universitas Hasanuddin telah menyelenggarakan acara talkshow interaktif yang bertempat di Lt5 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas). Acara ini dibuka pada pukul 16:20 WITA oleh Asfira Asmawat S.Ked. selaku moderator acara. Acara ini dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia saat ini yang krisis akan moral dan etika yang baik serta banyaknya kasus-kasus kekerasan bermunculan. Olehnya itu, perlunya diskusi terkait hal tersebut sebagai upaya preventif tindakan kekerasan dan memahami besarnya dampak yang dirasakan para korban.

Berdasarkan latar belakang tersebut, talkshow ini bertema “Bullying : Violence, Harrasment & Persecution Fact Sheet, How Do We React?”. Acara ini dihadiri oleh kohati sejajaran dari beberapa fakultas, kohati cabang, organisasi kampus dan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Makassar serta Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Materi yang disajikan sesuai dengan tema yang ada. Materi ini dibawakan oleh Istiana Tajuddin S.Psi.,M.Psi., Psikolog dan Muh. Aziz Dumpa, S.H. “Bullying sering terjadi di SMP dan SMA. Lingkungan seperti  teman sebaya, lingkungan sekolah, keluarga, dan sosial media mempengaruhi tumbuhnya sikap bullying. Perundungan akan berlanjut ketika hal ini dianggap biasa. Bullying dapat dilakukan secara fisik, verbal dan psikologis serta dapat terjadi secara direct (langsung) yaitu tatap muka maupun indirect (tidak langsung) yakni menyebarkan rumor. Membantu teman yang di-bully akan memberikan kekuatan dan mengurangi dampak negatif yang terjadi. Hal yang paling sederhana yaitu memeluk.” terang Istiana Tajuddin S.Psi.,M.Psi.

Pada materi selanjutnya, perilaku bully dijelaskan dari kacamata hukum,  “Akar bullying berasal dari sikap eksklusif dan perasaan unggul dari yang lain serta perbedaan relasi yang tidak setara. Kekerasan memiliki mata rantai. Kekerasan yang dilakukan akan memunculkan kekerasan-kekerasan lainnya. Hukum telah bergeser dari balas dendam ke pemulihan.”, jelas Muh. Aziz Dumpa, S.H.

Acara ini berakhir pada pukul 18:10 WITA. “Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan bersama tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi khususnya dalam dunia bullying dan dampak ke depannya. Semoga kegiatan ini dapat menjadi cikal bakal upaya kita bersama sebagai bentuk preventif terjadinya bullying dan kekerasan khususnya di lingkup pelajar dan mahasiswa.”, ujar Anisa selaku koordinator team work.

 

Eka Hesti H, NS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *